BATAMTERKINI.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendeteksi gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah tenggara Kota Bitung, Sulawesi Utara, memicu gelombang tsunami kecil di sejumlah wilayah pesisir. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Kamis, mengatakan gempa terjadi pada pukul 05.48 WIB dengan pusat di laut pada koordinat 1,25 derajat Lintang Utara (LU) dan 126,25 derajat Bujur Timur (BT) pada kedalaman 62 kilometer. Berdasarkan pemantauan sistem peringatan dini, terdeteksi gelombang tsunami setinggi sekitar 0,3 meter di wilayah Halmahera Barat pada pukul 06.08 WIB dan 0,2 meter di Bitung pada pukul 06.15 WIB. “Meski relatif kecil, kondisi ini tetap memerlukan kewaspadaan karena potensi gelombang susulan masih dapat terjadi,” kata dia. Guncangan gempa dirasakan kuat selama 10 hingga 20 detik di Kota Bitung dan sekitarnya, serta juga dirasakan di Kota Ternate (Maluku Utara) yang m...
BATAMTERKINI.COM - Kapal Ferry Dumai Line 9 rute berlayar dari Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau hendak menuju Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, menabrak hutan bakau dan kandas di perairan Anak Ayam, Desa Sungaitohor, Kecamatan Tebingtinggi Timur, sekitar pukul 11.00 WIB, Minggu (12/2).
Informasi ini terungkap setelah beredarnya sejumlah postingan video di media sosial. Video itu direkam oleh penumpang yang berada di dalam kapal dan menunjukkan sebagian ujung kapal menyusup ke semak belukar magrove di tepi laut.
Penyebab terjadinya kecelakaan belum diketahui pasti. Namun, dugaan sementara kapal Ferri Dumai Line 9 lepas kendali dan kemudi tidak berfungsi akibat diterpa angin kencang di laut.
Informasi ini terungkap setelah beredarnya sejumlah postingan video di media sosial. Video itu direkam oleh penumpang yang berada di dalam kapal dan menunjukkan sebagian ujung kapal menyusup ke semak belukar magrove di tepi laut.
Penyebab terjadinya kecelakaan belum diketahui pasti. Namun, dugaan sementara kapal Ferri Dumai Line 9 lepas kendali dan kemudi tidak berfungsi akibat diterpa angin kencang di laut.
Untungnya, kondisi kapal hanya kandas di daratan lumpur dan tidak menyebabkan lambung kapal rusak. Peristiwa itu tidak menimbulkan korban jiwa.
Salah satu penumpang kapal yang berhasil dihubungi melalui gawainya (telepon seluler) membenarkan kejadian itu. Dia baru menyadari kapal menabrak hutan bakau setelah terbangun dari tidurnya.
"Iya benar, tapi saya tak mengetahui pasti bagaimana awalnya kapal bisa terjadi kecelakaan menabrak ke hutan bakau," katanya.
Saat ini posisi kapal masih menunggu bantuan dari petugas yang akan menjemput penumpang. "Kami tengah menunggu jemputan dari petugas. Kabarnya beberapa menit lagi akan tiba," katanya.
Salah satu penumpang kapal yang berhasil dihubungi melalui gawainya (telepon seluler) membenarkan kejadian itu. Dia baru menyadari kapal menabrak hutan bakau setelah terbangun dari tidurnya.
"Iya benar, tapi saya tak mengetahui pasti bagaimana awalnya kapal bisa terjadi kecelakaan menabrak ke hutan bakau," katanya.
Saat ini posisi kapal masih menunggu bantuan dari petugas yang akan menjemput penumpang. "Kami tengah menunggu jemputan dari petugas. Kabarnya beberapa menit lagi akan tiba," katanya.
Petugas Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Selatpanjang, Helmi Nofikri ketika dikonfirmasi juga membenarkan hal sama. Kapal Ferri Dumai yang kecelakaan datang dari Tanjung Balai Karimun, akan menuju ke Selatpanjang.
"Kejadiannya memang benar, cuma saya belum bisa memberikan statement lebih. Karena belum tahu pasti penyebabnya," katanya kepada ANTARA.
Ia menjelaskan petugas keselamatan berlayar KSOP dan sejumlah pihak terkait lainnya sedang menuju ke lokasi kejadian.
"Kawan-kawan saat ini sedang turun ke lokasi. Tapi biar nanti satu informasi, saya kira nanti biar petugas di lapangan yang menyampaikan seperti apa nanti kejadiannya pastinya," katanya.
"Kejadiannya memang benar, cuma saya belum bisa memberikan statement lebih. Karena belum tahu pasti penyebabnya," katanya kepada ANTARA.
Ia menjelaskan petugas keselamatan berlayar KSOP dan sejumlah pihak terkait lainnya sedang menuju ke lokasi kejadian.
"Kawan-kawan saat ini sedang turun ke lokasi. Tapi biar nanti satu informasi, saya kira nanti biar petugas di lapangan yang menyampaikan seperti apa nanti kejadiannya pastinya," katanya.
Dari informasi di lapangan, kecelakaan Kapal Ferry Dumai Line 9 tidak menyebabkan korban jiwa.
Ia menambahkan kondisi kapal saat ini baik-baik saja, dan semua penumpang dalam keadaan selamat.
"Tidak ada korban jiwa, dan kondisi kapal baik-baik saja. Posisi kapal hanya kandas dan tidak merusak lambung kapal, karena daerah di sana kondisinya berlumpur," demikian Helmi Nofikri.
Ia menambahkan kondisi kapal saat ini baik-baik saja, dan semua penumpang dalam keadaan selamat.
"Tidak ada korban jiwa, dan kondisi kapal baik-baik saja. Posisi kapal hanya kandas dan tidak merusak lambung kapal, karena daerah di sana kondisinya berlumpur," demikian Helmi Nofikri.
Sumber: Antara
Komentar
Posting Komentar