BATAMTERKINI.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendeteksi gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah tenggara Kota Bitung, Sulawesi Utara, memicu gelombang tsunami kecil di sejumlah wilayah pesisir. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Kamis, mengatakan gempa terjadi pada pukul 05.48 WIB dengan pusat di laut pada koordinat 1,25 derajat Lintang Utara (LU) dan 126,25 derajat Bujur Timur (BT) pada kedalaman 62 kilometer. Berdasarkan pemantauan sistem peringatan dini, terdeteksi gelombang tsunami setinggi sekitar 0,3 meter di wilayah Halmahera Barat pada pukul 06.08 WIB dan 0,2 meter di Bitung pada pukul 06.15 WIB. “Meski relatif kecil, kondisi ini tetap memerlukan kewaspadaan karena potensi gelombang susulan masih dapat terjadi,” kata dia. Guncangan gempa dirasakan kuat selama 10 hingga 20 detik di Kota Bitung dan sekitarnya, serta juga dirasakan di Kota Ternate (Maluku Utara) yang m...
BATAMTERKINI.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BNPD) Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), mencatat jumlah korban terdampak banjir rob di daerah itu mencapai 3.306 jiwa yang tersebar di sembilan kecamatan.
Kepala BNPD Bintan Ramlah menyebut kejadian banjir rob sudah terjadi sejak Senin 23 Januari 2023 hingga Kamis 26 Januari 2023, dipicu cuaca ekstrem angin kencang dan curah hujan dengan intensitas tinggi serta tinggi air pasang laut.
"Kondisi ini yang menyebabkan banjir rob melanda kawasan pesisir di setiap wilayah kecamatan di Bintan," kata Ramlah di Bintan, Kamis.
Ramlah menyatakan ribuan korban terdampak banjir rob tersebut saat ini mengungsi ditempat pengungsian yang telah dibangun Pemkab Bintan bersama pihak-pihak terkait, karena banjir rob diprediksi masih berpotensi terjadi selama beberapa hari ke depan.
Untuk Kecamatan Mantang, kata dia, tempat pengungsian berlokasi di Balai Desa (Mantang Baru dan Mantang Besar), SDN 004 Pulau Sirai, SDN 002 Desa Dendun, bekas gedung SD, Aula Desa Mantang Lama, dan TPA MT Riau. Untuk Kecamatan Bintan Pesisir di Balai Desa.
Sementara Kecamatan Gunung Kijang di samping restoran 89 Kawal, aula kantor lurah/desa, dan aula kantor camat setempat. Kecamatan Teluk Bintan di kantor PKK.
Selanjutnya Kecamatan Seri Kuala Lobam di aula kantor lurah/desa, aula kantor camat (pengungsian besar), dan Kecamatan Bintan Utara di Gedung Nasional.
Lebih lanjut Ramlah mengatakan, dampak kerusakan akibat banjir rob di Bintan, antara lain saluran drainase Jalan Nusantara, kilometer 18, status Jalan Provinsi Kepri menyempit akibat sedimentasi.
Lalu gorong-gorong amblas di Jalan Raya Tanjungpinang - Jalan Tanjung Uban, kilometer 51 Sri Bintan disebabkan oleh debit air yang tinggi. Jalan Wan Sri Beni Bandar Seri Bentan tergenang air akibat belum ada saluran drainase.
Jalan Raya Tanjungpinang - Tanjung Uban simpang Tembeling juga tergenang air akibat debit air yang tinggi.
"Kami telah melakukan penilaian kerusakan, kerugian dan pemenuhan kebutuhan dasar untuk dasar acuan rencana selanjutnya. Warga juga melaksanakan gotong royong membersihkan rumah korban akibat banjir dan genangan air," ujarnya.
Pihaknya juga melakukan pendataan dan evakuasi korban banjir rob dengan melibatkan unsur gabungan dari Pemkab Bintan, TNI/POLRI, Dinas PUPR, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Kominfo, Dinas Perkim, unsur Kecamatan, unsur Kelurahan/Desa setempat, PMI, Tagana serta Relawan dan Masyarakat Gabungan.
Ramlah menambahkan kondisi terkini masih mengalami curah hujan dengan intensitas sedang dan air laut berangsur surut. Ketinggian air laut pasang 0,50 - 1 meter. Kemudian gelombang diperkirakan mengalami ketinggian 3,5 meter.
"Pemerintah dan semua pemangku kepentingan bahu membahu membantu warga terdampak banjir rob, seperti mendistribusikan bantuan logistik yang memadai," jelas Ramlah.
Sumber: Antara.
Komentar
Posting Komentar