Langsung ke konten utama

Terkini

Gempa 7,6 Magnitudo di Bitung picu gelombang tsunami kecil

BATAMTERKINI.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendeteksi gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah tenggara Kota Bitung, Sulawesi Utara, memicu gelombang tsunami kecil di sejumlah wilayah pesisir. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Kamis, mengatakan gempa terjadi pada pukul 05.48 WIB dengan pusat di laut pada koordinat 1,25 derajat Lintang Utara (LU) dan 126,25 derajat Bujur Timur (BT) pada kedalaman 62 kilometer. Berdasarkan pemantauan sistem peringatan dini, terdeteksi gelombang tsunami setinggi sekitar 0,3 meter di wilayah Halmahera Barat pada pukul 06.08 WIB dan 0,2 meter di Bitung pada pukul 06.15 WIB. “Meski relatif kecil, kondisi ini tetap memerlukan kewaspadaan karena potensi gelombang susulan masih dapat terjadi,” kata dia. Guncangan gempa dirasakan kuat selama 10 hingga 20 detik di Kota Bitung dan sekitarnya, serta juga dirasakan di Kota Ternate (Maluku Utara) yang m...

Kepri Diprakirakan Diguyur Hujan dan Sebagian Provinsi Lainnya

BATAMTERKINI.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan dini perihal potensi hujan lebat dengan curah hujan lebih dari 50 milimeter di sebagian besar wilayah provinsi di Indonesia pada Selasa (28/2). 

Hujan lebat berpeluang mengguyur bagian wilayah Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Bagian wilayah Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat, dan Papua juga menghadapi potensi hujan lebat.

Sejumlah wilayah provinsi diprakirakan mengalami hujan disertai kilat atau petir, termasuk Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Cuaca serupa juga berpeluang terjadi di bagian wilayah Provinsi Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan Maluku.

Menurut BMKG, hujan lebat disertai kilat dan angin kencang berpotensi menimbulkan banjir di bagian wilayah Provinsi Aceh, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali.

Bagian wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku, Papua Barat, dan Papua juga menghadapi risiko banjir akibat hujan lebat disertai petir dan angin kencang.

BMKG menyatakan bahwa wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan Barat statusnya siaga menghadapi risiko banjir akibat hujan lebat.

Warga dan pemerintah daerah di bagian wilayah Nusa Tenggara Timur, menurut BMKG, juga mesti siaga menghadapi potensi hujan badai.

Sementara itu, angin kencang dengan kecepatan 45 kilometer per jam berpeluang meliputi bagian wilayah Provinsi Aceh, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, dan Lampung.

Bagian wilayah Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan Papua juga berpeluang menghadapi angin kencang. (dc/btc) 

Komentar

Populer

Kapan pertama kali pergantian Tahun Baru Masehi dirayakan?

BATAMTERKINI.COM - Malam pergantian tahun di rayakan di hampir semua negara saat pergantian malam Tahun Baru, seperti pertunjukan pesta kembang api yang spektakuler, tapi tahukah Anda kapan pertama kali perayaan pergantian tahun dirayakan. Tahun Baru Masehi bukan sekadar penanda pergantian waktu, tetapi juga memiliki latar belakang sejarah yang panjang dan berkaitan erat dengan perkembangan sistem kalender serta peradaban manusia.  Melalui pembahasan ini, diharapkan pembaca dapat mengetahui asal-usul perayaan Tahun Baru Masehi serta alasan penetapan tanggal 1 Januari sebagai awal tahun. Tahun Baru Masehi pertama kali dirayakan pada 1 Januari tahun 45 SM, saat kalender Julian diberlakukan oleh Julius Caesar di Kekaisaran Romawi. - Sebelum itu, orang Romawi merayakan tahun baru sekitar bulan Maret. - Julius Caesar melakukan reformasi kalender agar lebih rapi mengikuti peredaran matahari. - 1 Januari dipilih karena bulan Januari didedikasikan untuk Janus, dewa Romawi berm...

Inilah sosok Ketua RW 08 Baloi Permai terpilih

BATAMTERKINI.COM - Pemilihan ketua RW 08 Perumahan Mediterania Baloi Permai Batam Kota berlangsung Minggu (18/1) di pasum kolam renang.   Terdapat lima calon ketua RW 08 Mediterania, dengan nomor urut, Julian Fazri Azhar (01), Amrin (02), Juwoto M Said (03), Akhdi Noor (04) dan Al-Hafiz Nainggolan.  Ketua panitia pemilihan Islamuddin mengatakan " Alhamdulillah pemilihan ini berjalan lancar, aman serta saya ucapkan terimakasih kepada masyarakat dengan 266 pemilih datang dari 267 undangan pemilih dari delapan RT."  "Saya ucapkan terimakasih kepada panitia pemilihan RW, ketua RT, masyarakat yang telah berpartisipasi demi suksesnya pemilihan RW periode 2026-2031, semoga RW terpilih bisa membina kerukunan antar warga dan kekompakan para ketua RT dengan ketua RW terpilih," ujar ketua RW 08 Bambang Purnawan.  Adapun perolehan suara masing-masing kandidat sebagai berikut: Julian Fazri Azhar (21 suara), Amrin (120 suara), Suwoto M Said (59 suara), Ak...

Gempa 7,6 Magnitudo di Bitung picu gelombang tsunami kecil

BATAMTERKINI.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendeteksi gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah tenggara Kota Bitung, Sulawesi Utara, memicu gelombang tsunami kecil di sejumlah wilayah pesisir. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Kamis, mengatakan gempa terjadi pada pukul 05.48 WIB dengan pusat di laut pada koordinat 1,25 derajat Lintang Utara (LU) dan 126,25 derajat Bujur Timur (BT) pada kedalaman 62 kilometer. Berdasarkan pemantauan sistem peringatan dini, terdeteksi gelombang tsunami setinggi sekitar 0,3 meter di wilayah Halmahera Barat pada pukul 06.08 WIB dan 0,2 meter di Bitung pada pukul 06.15 WIB. “Meski relatif kecil, kondisi ini tetap memerlukan kewaspadaan karena potensi gelombang susulan masih dapat terjadi,” kata dia. Guncangan gempa dirasakan kuat selama 10 hingga 20 detik di Kota Bitung dan sekitarnya, serta juga dirasakan di Kota Ternate (Maluku Utara) yang m...

Kategori

Tampilkan selengkapnya

Copyright ©2026 batamterkini.com