BATAMTERKINI.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendeteksi gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah tenggara Kota Bitung, Sulawesi Utara, memicu gelombang tsunami kecil di sejumlah wilayah pesisir. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Kamis, mengatakan gempa terjadi pada pukul 05.48 WIB dengan pusat di laut pada koordinat 1,25 derajat Lintang Utara (LU) dan 126,25 derajat Bujur Timur (BT) pada kedalaman 62 kilometer. Berdasarkan pemantauan sistem peringatan dini, terdeteksi gelombang tsunami setinggi sekitar 0,3 meter di wilayah Halmahera Barat pada pukul 06.08 WIB dan 0,2 meter di Bitung pada pukul 06.15 WIB. “Meski relatif kecil, kondisi ini tetap memerlukan kewaspadaan karena potensi gelombang susulan masih dapat terjadi,” kata dia. Guncangan gempa dirasakan kuat selama 10 hingga 20 detik di Kota Bitung dan sekitarnya, serta juga dirasakan di Kota Ternate (Maluku Utara) yang m...
BATAMTERKINI.COM - Petugas Bintara Pembina Potensi Maritim (Babinpotmar) TNI Angkatan Laut (AL) Pulau Panjang menggagalkan aksi pencurian mesin kapal tempel milik nelayan di Pulau Panjang, Kota Batam Kepulauan Riau, Selasa, serta menangkap tiga orang tersangka.
"Aksi pencurian tersebut digagalkan setelah terjadi kejar-kejaran oleh anggota Babinpotmar Pulau Panjang yang melihat dua kapal dari arah Pulau Jaloh menuju Pulau Judah, Kota Batam secara beriringan," ujar petugas Babinpotmar TNI AL Pulau Panjang Peltu Ridwan dari keterangan yang diterima di Batam, Selasa.
Ia mengatakan bahwa pengungkapan kasus itu bermula saat petugas Babinpotmar TNI AL Pulau Panjang sedang melaksanakan patroli pada hari Selasa sekitar pukul 01.35 WIB dan melihat ada gelagat kapal pancung yang mencurigakan hingga berupaya pencegatan.
"Aksi pencurian tersebut digagalkan setelah terjadi kejar-kejaran oleh anggota Babinpotmar Pulau Panjang yang melihat dua kapal dari arah Pulau Jaloh menuju Pulau Judah, Kota Batam secara beriringan," ujar petugas Babinpotmar TNI AL Pulau Panjang Peltu Ridwan dari keterangan yang diterima di Batam, Selasa.
Ia mengatakan bahwa pengungkapan kasus itu bermula saat petugas Babinpotmar TNI AL Pulau Panjang sedang melaksanakan patroli pada hari Selasa sekitar pukul 01.35 WIB dan melihat ada gelagat kapal pancung yang mencurigakan hingga berupaya pencegatan.
Sesaat akan dihadang, kapal pancung tersebut berusaha melarikan diri dengan kecepatan penuh, kemudian petugas langsung melakukan pengejaran dan berusaha menghentikan kapal tersebut. Namun, kapal tersebut tidak mau berhenti.
"Petugas lalu melakukan tindakan dengan memotong haluan kapal tersebut yang seketika kapal tersebut langsung berhenti, kemudian menangkap dua orang tersangka serta ditemukan terdapat mesin 15 PK di dalam kapal tersebut," kata dia.
Namun, pengejaran tidak berhenti sampai di sana. Usai mengamankan kapal yang pertama, petugas langsung melakukan pengejaran terhadap satu kapal lagi yang melarikan diri dan akhirnya juga berhasil ditangkap.
Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan satu mesin kapal curian, beserta 2 buah kapal dengan mesin 40 PK yang digunakan pelaku melancarkan aksinya.
"Dari hasil pemeriksaan awal, tiga orang tersangka mengakui sebagai pengguna narkotika jenis sabu-sabu dan ketiga pelaku sudah dibawa ke Kantor Polisi Militer Lantamal IV Batam," ucapnya.
"Petugas lalu melakukan tindakan dengan memotong haluan kapal tersebut yang seketika kapal tersebut langsung berhenti, kemudian menangkap dua orang tersangka serta ditemukan terdapat mesin 15 PK di dalam kapal tersebut," kata dia.
Namun, pengejaran tidak berhenti sampai di sana. Usai mengamankan kapal yang pertama, petugas langsung melakukan pengejaran terhadap satu kapal lagi yang melarikan diri dan akhirnya juga berhasil ditangkap.
Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan satu mesin kapal curian, beserta 2 buah kapal dengan mesin 40 PK yang digunakan pelaku melancarkan aksinya.
"Dari hasil pemeriksaan awal, tiga orang tersangka mengakui sebagai pengguna narkotika jenis sabu-sabu dan ketiga pelaku sudah dibawa ke Kantor Polisi Militer Lantamal IV Batam," ucapnya.
Sumber: Antara
Komentar
Posting Komentar