Langsung ke konten utama

Terkini

Puting beliung terjang sembilan rumah di Bintan

BATAMTERKINI.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat sembilan unit rumah warga pesisir mengalami kerusakan akibat diterjang bencana alam puting beliung. Kepala Pelaksana BPBD Bintan Ramlah mengatakan lokasi kejadian puting beliung tepatnya di Desa Tanjung Talok, Kecamatan Seri Kuala Lobam pada Senin (20/5) pagi. "Sampai saat ini ada sembilan rumah warga terkena dampak puting beliung," kara Ramlah di Bintan, Senin (20/5).  Sementara jumlah keluarga terdampak puting beliung sebanyak 33 jiwa dari total sembilan kepala keluarga (KK), namun semuanya dalam kondisi selamat dan mengungsi ke rumah warga maupun saudara di sekitarnya. Ramlah menyebut dampak puting beliung menyebabkan beberapa atap rumah warga mengalami kerusakan, yaitu enam rumah rusak ringan dan tiga rumah rusak sedang. Setelah kejadian itu, kata Ramlah, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Bintan bersama instansi terkait langsung melakukan

Empat Desa di Natuna Terendam Banjir

BATAMTERKINI.COM - Empat desa di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terendam banjir akibat curah hujan tinggi yang terjadi sejak Sabtu (4/3) hingga Minggu (5/3) siang yang mengakibatkan ratusan rumah tergenang air dan satu rumah rusak berat.

"Empat desa tersebut berada di Kecamatan Serasan Timur, yakni Desa Air Ringau, Desa Payak, Air Nusa, dan Desa Arung Ayam," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Natuna Raja Darmika di Natuna, Minggu (5/3).

Ia menjelaskan BPBD sempat melakukan upaya akan memberangkatkan para petugas gabungan BPBD, Basarnas dan TNI AD ke lokasi menggunakan kapal Pelni pada hari ini, namun gagal dilakukan.

"Sinyal sempat hilang di wilayah tersebut, namun setelah berkoordinasi dengan pihak kecamatan, Koramil dan Kapolsek setempat, pengiriman bantuan personel dari kabupaten dibatalkan, masih mampu diatasi petugas di tingkat kecamatan, karena selain banjir juga terjadi longsor sehari sebelumnya," ujar Raja Darmika.

Dari ratusan rumah yang terdampak, diketahui satu rumah warga Desa Payak rusak berat akibat diterjang banjir bandang pada Minggu pagi.

"Saat ini BPBD terus mendata terkait dampak kejadian longsor dan banjir yang terjadi beberapa hari terakhir ini di Serasan dan Serasan Timur," ujarnya.

Terkait hal tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Natuna menyampaikan kewaspadaan cuaca ekstrem di Kabupaten Natuna pada 5 - 8 Maret 2023.

Menurut BMKG, waspada cuaca ekstrem karena adanya gangguan atmosfer berupa bibit siklon tropis 98 s dengan tekanan 1009 mb dan kecepatan angin 20 knot yang terpantau di laut Natuna sebelah barat daya Pontianak bergerak perlahan ke arah barat.

"Hal tersebut meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Kepulauan Natuna, khususnya periode 5 hingga 8 Maret 2023," kata Kepala BMKG Natuna Foriomex Hutagalung.

Ia menyampaikan kondisi cuaca pada periode tersebut berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di seluruh wilayah Natuna. Khususnya di Pulau Subi, Pulau Serasan, Pulau Midai, Pulau Tiga, Bunguran Timur, Bunguran Selatan, dan Bunguran Timur Laut serta angin kencang di seluruh wilayah Natuna.

"Mengimbau kepada masyarakat Natuna untuk selalu waspada terhadap dampak cuaca ekstrem yang dapat memicu tanah longsor seperti di Pulau Tiga, Midai, Subi, Serasa, Bunguran Timur, Bunguran Selatan dan Bunguran Timur Laut serta angin kencang di seluruh wilayah Natuna," ujarnya.

Ia mengatakan dampak tidak langsung dalam 24 jam ke depan bibit 98 S terhadap kondisi gelombang di wilayah perairan Kepulauan Natuna sekitar 2,5 - 4,0 meter di perairan Kepulauan Anambas, Perairan Kepulauan Natuna bagian barat dan selatan, Perairan Kepulauan Subi hingga Serasan, Laut Natuna.

Sedangkan tinggi gelombang 4,9 - 6,0 meter terjadi di laut Natuna utara dan Perairan kepulauan Natuna bagian utara.

"Perlu diwaspadai ketika terjadi hujan lebat, pasang maksimum dan gelombang tinggi dapat memicu potensi banjir rob di wilayah pesisir," katanya.

Sumber: Antara

Komentar

Populer

Pemerintah Tetapkan Awal Ramadhan 1444 H Jatuh Pada Hari Kamis

BATAMTERKINI.COM - Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan awal puasa atau 1 Ramadhan 1444 Hijriah/2023 Masehi jatuh pada Kamis ini, usai diputuskan melalui sidang isbat di Gedung Kemenag RI, Jakarta, Rabu (22/3).  "Sidang Isbat menetapkan 1 Ramadhan 1444 Hijriah jatuh pada hari Kamis," ujar Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, saat memimpin konferensi pers penetapan sidang Isbat. Dengan penetapan itu maka pada Rabu malam umat Islam di Indonesia dapat melaksanakan Shalat Tarawih. Sidang isbat ini diikuti sejumlah perwakilan organisasi keagamaan, ahli astronomi, serta tamu undangan lainnya. Berbeda dengan penetapan saat pandemi COVID-19 dua tahun lalu, kini sidang isbat digelar tanpa ada pembatasan peserta. Pengumuman penetapan dilakukan secara daring dan luring. Dengan demikian, masyarakat sama-sama bisa langsung menyaksikannya melalui tayangan di laman media sosial resmi Kemenag. Sidang isbat sendiri digelar Rabu sejak pukul 17.00 WIB sampai ditutup dengan

Demo di BP Batam Rudi Janji Bahas Status Kampung Tua Dalam Pengembangan Rempang

BATAMTERKINI.COM - Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Muhammad Rudi berjanji membahas status Kampung Tua ke pemerintah pusat di depan aksi penolakan pengembangan Pulau Rempang dan Galang sebagai daerah Eco City. Aksi itu menuntut pemerintah untuk tidak melakukan relokasi di 16 lokasi Kampung Tua yang ada di wilayah tersebut. "Yang dituntut bapak ibu adalah status 16 lokasi Kampung Tua yang harus dikeluarkan untuk perkembangan investasi, ini yang akan kami sampaikan ke pemerintah pusat," ujar Rudi di Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Rabu. Dia menyebutkan permintaan warga tersebut segera disampaikan ke pemerintah pusat. Namun saat ini pihaknya masih butuh pengambilan data terkait batas hutan lindung di daerah tersebut. "Setelah ini selesai, baru kami akan kembali ke Jakarta dan menyampaikan permasalahan yang sebenarnya," kata Rudi. Untuk menyelesaikan permasalahan ini, pihaknya ingin warga juga ikut terlibat agar tahu permasalahan yang sebenarnya. Karena,

Pilkada 2024 Serentak pada 24 November

BATAMTERKINI.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjadwalkan pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 secara serentak digelar pada tanggal 27 November 2024. "Sesuai dengan kesimpulan Rapat Dengar Pendapat (dengan Komisi II DPR) tanggal 24 Januari 2022 dan Keputusan KPU Nomor 21 Tahun 2022 bahwa pemilihan umum presiden dan wakil presiden, DPR, DPD, dan DPRD dilaksanakan pada 14 Februari 2024. Sedangkan untuk pemilihan gubernur, bupati dan wali kota dilaksanakan pada 27 November 2024,” kata Komisioner KPU Yulianto Sudrajat dalam Uji Publik tiga Rancangan PKPU di Jakarta, Kamis (11/1).  Yulianto menuturkan rencana digelarnya pemungutan suara bagi Pilkada 2024 telah tertuang dalam Rancangan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) tentang Tahapan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2024. Dengan tiga pertimbangan yakni tidak adanya singgungan antara tahapan Pemilu da

Kategori

Tampilkan selengkapnya

Copyright ©2024 Batamterkini.com