BATAMTERKINI.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendeteksi gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah tenggara Kota Bitung, Sulawesi Utara, memicu gelombang tsunami kecil di sejumlah wilayah pesisir. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Kamis, mengatakan gempa terjadi pada pukul 05.48 WIB dengan pusat di laut pada koordinat 1,25 derajat Lintang Utara (LU) dan 126,25 derajat Bujur Timur (BT) pada kedalaman 62 kilometer. Berdasarkan pemantauan sistem peringatan dini, terdeteksi gelombang tsunami setinggi sekitar 0,3 meter di wilayah Halmahera Barat pada pukul 06.08 WIB dan 0,2 meter di Bitung pada pukul 06.15 WIB. “Meski relatif kecil, kondisi ini tetap memerlukan kewaspadaan karena potensi gelombang susulan masih dapat terjadi,” kata dia. Guncangan gempa dirasakan kuat selama 10 hingga 20 detik di Kota Bitung dan sekitarnya, serta juga dirasakan di Kota Ternate (Maluku Utara) yang m...
BATAMTERKINI.COM - Empat desa di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terendam banjir akibat curah hujan tinggi yang terjadi sejak Sabtu (4/3) hingga Minggu (5/3) siang yang mengakibatkan ratusan rumah tergenang air dan satu rumah rusak berat.
"Empat desa tersebut berada di Kecamatan Serasan Timur, yakni Desa Air Ringau, Desa Payak, Air Nusa, dan Desa Arung Ayam," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Natuna Raja Darmika di Natuna, Minggu (5/3).
Ia menjelaskan BPBD sempat melakukan upaya akan memberangkatkan para petugas gabungan BPBD, Basarnas dan TNI AD ke lokasi menggunakan kapal Pelni pada hari ini, namun gagal dilakukan.
"Empat desa tersebut berada di Kecamatan Serasan Timur, yakni Desa Air Ringau, Desa Payak, Air Nusa, dan Desa Arung Ayam," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Natuna Raja Darmika di Natuna, Minggu (5/3).
Ia menjelaskan BPBD sempat melakukan upaya akan memberangkatkan para petugas gabungan BPBD, Basarnas dan TNI AD ke lokasi menggunakan kapal Pelni pada hari ini, namun gagal dilakukan.
"Sinyal sempat hilang di wilayah tersebut, namun setelah berkoordinasi dengan pihak kecamatan, Koramil dan Kapolsek setempat, pengiriman bantuan personel dari kabupaten dibatalkan, masih mampu diatasi petugas di tingkat kecamatan, karena selain banjir juga terjadi longsor sehari sebelumnya," ujar Raja Darmika.
Dari ratusan rumah yang terdampak, diketahui satu rumah warga Desa Payak rusak berat akibat diterjang banjir bandang pada Minggu pagi.
"Saat ini BPBD terus mendata terkait dampak kejadian longsor dan banjir yang terjadi beberapa hari terakhir ini di Serasan dan Serasan Timur," ujarnya.
Terkait hal tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Natuna menyampaikan kewaspadaan cuaca ekstrem di Kabupaten Natuna pada 5 - 8 Maret 2023.
Dari ratusan rumah yang terdampak, diketahui satu rumah warga Desa Payak rusak berat akibat diterjang banjir bandang pada Minggu pagi.
"Saat ini BPBD terus mendata terkait dampak kejadian longsor dan banjir yang terjadi beberapa hari terakhir ini di Serasan dan Serasan Timur," ujarnya.
Terkait hal tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Natuna menyampaikan kewaspadaan cuaca ekstrem di Kabupaten Natuna pada 5 - 8 Maret 2023.
Menurut BMKG, waspada cuaca ekstrem karena adanya gangguan atmosfer berupa bibit siklon tropis 98 s dengan tekanan 1009 mb dan kecepatan angin 20 knot yang terpantau di laut Natuna sebelah barat daya Pontianak bergerak perlahan ke arah barat.
"Hal tersebut meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Kepulauan Natuna, khususnya periode 5 hingga 8 Maret 2023," kata Kepala BMKG Natuna Foriomex Hutagalung.
Ia menyampaikan kondisi cuaca pada periode tersebut berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di seluruh wilayah Natuna. Khususnya di Pulau Subi, Pulau Serasan, Pulau Midai, Pulau Tiga, Bunguran Timur, Bunguran Selatan, dan Bunguran Timur Laut serta angin kencang di seluruh wilayah Natuna.
"Hal tersebut meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Kepulauan Natuna, khususnya periode 5 hingga 8 Maret 2023," kata Kepala BMKG Natuna Foriomex Hutagalung.
Ia menyampaikan kondisi cuaca pada periode tersebut berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di seluruh wilayah Natuna. Khususnya di Pulau Subi, Pulau Serasan, Pulau Midai, Pulau Tiga, Bunguran Timur, Bunguran Selatan, dan Bunguran Timur Laut serta angin kencang di seluruh wilayah Natuna.
"Mengimbau kepada masyarakat Natuna untuk selalu waspada terhadap dampak cuaca ekstrem yang dapat memicu tanah longsor seperti di Pulau Tiga, Midai, Subi, Serasa, Bunguran Timur, Bunguran Selatan dan Bunguran Timur Laut serta angin kencang di seluruh wilayah Natuna," ujarnya.
Ia mengatakan dampak tidak langsung dalam 24 jam ke depan bibit 98 S terhadap kondisi gelombang di wilayah perairan Kepulauan Natuna sekitar 2,5 - 4,0 meter di perairan Kepulauan Anambas, Perairan Kepulauan Natuna bagian barat dan selatan, Perairan Kepulauan Subi hingga Serasan, Laut Natuna.
Sedangkan tinggi gelombang 4,9 - 6,0 meter terjadi di laut Natuna utara dan Perairan kepulauan Natuna bagian utara.
"Perlu diwaspadai ketika terjadi hujan lebat, pasang maksimum dan gelombang tinggi dapat memicu potensi banjir rob di wilayah pesisir," katanya.
Ia mengatakan dampak tidak langsung dalam 24 jam ke depan bibit 98 S terhadap kondisi gelombang di wilayah perairan Kepulauan Natuna sekitar 2,5 - 4,0 meter di perairan Kepulauan Anambas, Perairan Kepulauan Natuna bagian barat dan selatan, Perairan Kepulauan Subi hingga Serasan, Laut Natuna.
Sedangkan tinggi gelombang 4,9 - 6,0 meter terjadi di laut Natuna utara dan Perairan kepulauan Natuna bagian utara.
"Perlu diwaspadai ketika terjadi hujan lebat, pasang maksimum dan gelombang tinggi dapat memicu potensi banjir rob di wilayah pesisir," katanya.
Sumber: Antara
Komentar
Posting Komentar