BATAMTERKINI.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendeteksi gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah tenggara Kota Bitung, Sulawesi Utara, memicu gelombang tsunami kecil di sejumlah wilayah pesisir. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Kamis, mengatakan gempa terjadi pada pukul 05.48 WIB dengan pusat di laut pada koordinat 1,25 derajat Lintang Utara (LU) dan 126,25 derajat Bujur Timur (BT) pada kedalaman 62 kilometer. Berdasarkan pemantauan sistem peringatan dini, terdeteksi gelombang tsunami setinggi sekitar 0,3 meter di wilayah Halmahera Barat pada pukul 06.08 WIB dan 0,2 meter di Bitung pada pukul 06.15 WIB. “Meski relatif kecil, kondisi ini tetap memerlukan kewaspadaan karena potensi gelombang susulan masih dapat terjadi,” kata dia. Guncangan gempa dirasakan kuat selama 10 hingga 20 detik di Kota Bitung dan sekitarnya, serta juga dirasakan di Kota Ternate (Maluku Utara) yang m...
BATAMTERKINI.COM - Jalan menuju Kelurahan Rempang, Kecamatan Galang, Kota Batam amblas sedalam lebih kurang dua meter akibat hujan deras yang melanda dari Selasa (28/2).
“Kemungkinan terjadinya amblas itu tengah malam, warga yang melintas di jalan itu yang pertama kali melihat jalan amblas itu,” ujar Lurah Sembulang Danang saat dihubungi di Batam Kepulauan Riau, Rabu (1/3).
Saat ini kata dia, kondisi arus lalu lintas sedikit terganggu, namun masih bisa dilewati di sebagian sisi jalan oleh kendaraan roda dua dan roda empat.
“Hanya sebagian sisi kecil saja yang bisa dilewati. Kalau kondisi terang mungkin bisa dilewati, kalau malam itu yang kami khawatirkan,” kata dia.
“Kemungkinan terjadinya amblas itu tengah malam, warga yang melintas di jalan itu yang pertama kali melihat jalan amblas itu,” ujar Lurah Sembulang Danang saat dihubungi di Batam Kepulauan Riau, Rabu (1/3).
Saat ini kata dia, kondisi arus lalu lintas sedikit terganggu, namun masih bisa dilewati di sebagian sisi jalan oleh kendaraan roda dua dan roda empat.
“Hanya sebagian sisi kecil saja yang bisa dilewati. Kalau kondisi terang mungkin bisa dilewati, kalau malam itu yang kami khawatirkan,” kata dia.
Untuk saat ini, Danang menyebutkan bahwa pihaknya sudah memberitahukan kejadian tersebut ke Dinas Bina Marga Kota Batam dan Badan Pengusahaan (BP) Batam sebagai pengelola jalan tersebut untuk meminta tolong agar segera diperbaiki.
“Kami juga sudah memberikan tanda bahaya di lokasi agar pengguna jalan tidak mengalami kecelakaan. Selain itu, lokasinya juga dekat dengan Polsek, jadi petugas juga ada yang mengawasi,” katanya.
Sementara itu dihubungi terpisah, Direktur Hubungan Masyarakat dan Promosi BP Batam Aryastuti Sirait mengatakan, saat ini pihaknya sudah menuju ke lokasi untuk melakukan pengecekan.
“Sebagai upaya mengurangi resiko, kami akan melakukan pengerukan dan penimbunan tanah untuk sementara agar bisa dilalui oleh kendaraan hari ini atau besok. Sambil perlahan kami lakukan perbaikan paling cepat satu minggu untuk kembali seperti sedia kala,” kata dia.
“Kami juga sudah memberikan tanda bahaya di lokasi agar pengguna jalan tidak mengalami kecelakaan. Selain itu, lokasinya juga dekat dengan Polsek, jadi petugas juga ada yang mengawasi,” katanya.
Sementara itu dihubungi terpisah, Direktur Hubungan Masyarakat dan Promosi BP Batam Aryastuti Sirait mengatakan, saat ini pihaknya sudah menuju ke lokasi untuk melakukan pengecekan.
“Sebagai upaya mengurangi resiko, kami akan melakukan pengerukan dan penimbunan tanah untuk sementara agar bisa dilalui oleh kendaraan hari ini atau besok. Sambil perlahan kami lakukan perbaikan paling cepat satu minggu untuk kembali seperti sedia kala,” kata dia.
Sumber: Antara
Komentar
Posting Komentar