BATAMTERKINI.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendeteksi gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah tenggara Kota Bitung, Sulawesi Utara, memicu gelombang tsunami kecil di sejumlah wilayah pesisir. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Kamis, mengatakan gempa terjadi pada pukul 05.48 WIB dengan pusat di laut pada koordinat 1,25 derajat Lintang Utara (LU) dan 126,25 derajat Bujur Timur (BT) pada kedalaman 62 kilometer. Berdasarkan pemantauan sistem peringatan dini, terdeteksi gelombang tsunami setinggi sekitar 0,3 meter di wilayah Halmahera Barat pada pukul 06.08 WIB dan 0,2 meter di Bitung pada pukul 06.15 WIB. “Meski relatif kecil, kondisi ini tetap memerlukan kewaspadaan karena potensi gelombang susulan masih dapat terjadi,” kata dia. Guncangan gempa dirasakan kuat selama 10 hingga 20 detik di Kota Bitung dan sekitarnya, serta juga dirasakan di Kota Ternate (Maluku Utara) yang m...
BATAMTERKINI.COM - Ratusan rumah di Kawasan Kota Lama Tanjungpinang, Kepulauan Riau, yang berdekatan dengan laut terendam banjir rob saat air permukaan laut naik tinggi.
Seuti, salah seorang warga, di kawasan Kota Lama, Rabu, mengatakan, air laut mulai memasuki rumah warga sekitar pukul 03.00 WIB sampai tadi sore.
"Kondisi seperti ini sudah lama sekali tidak terjadi," ujarnya.
Kota Lama merupakan kawasan pesisir di Pelantar 1, Pelantar II, Pelantar III, Jalan Pasar Ikan, Jalan Gambir, Jalan Pos, Jalan Tambak, dan Pelantar Datuk. Kawasan ini merupakan salah satu pusat perekonomian masyarakat, selain dijadikan sebagai tempat tinggal.
"Kondisi seperti ini sudah lama sekali tidak terjadi," ujarnya.
Kota Lama merupakan kawasan pesisir di Pelantar 1, Pelantar II, Pelantar III, Jalan Pasar Ikan, Jalan Gambir, Jalan Pos, Jalan Tambak, dan Pelantar Datuk. Kawasan ini merupakan salah satu pusat perekonomian masyarakat, selain dijadikan sebagai tempat tinggal.
Leni, salah seorang warga mengatakan air laut masuk ke rumah pelantar miliknya. Air itu masuk dari sela-sela lantai rumah.
"Air naik sampai ke tangga menuju tangga menuju lantai dua," katanya.
Selain di Kota Lama, air laut juga menggenangi Akau Potong Lembu, salah satu pusat kuliner. Di kawasan itu, terdapat ratusan ruko dan rumah.
Air setinggi lutut orang dewasa menggenangi Akau Potong Lembu, dan masuk dalam puluhan rumah.
"Sekarang air laut sudah mulai surut," kata Tiauti, warga sekitar Akau Potong Lembu.
Selain di Kota Lama, air laut juga menggenangi Akau Potong Lembu, salah satu pusat kuliner. Di kawasan itu, terdapat ratusan ruko dan rumah.
Air setinggi lutut orang dewasa menggenangi Akau Potong Lembu, dan masuk dalam puluhan rumah.
"Sekarang air laut sudah mulai surut," kata Tiauti, warga sekitar Akau Potong Lembu.
Banjir rob juga terjadi di kawasan pesisir lainnya di Tanjungpinang, seperti Suka Berenang, Jalan Pramuka, dan kawasan pesisir dekat Perairan Pulau Dompak.
Air setinggi lutur orang dewasa menggenangi jalan di kawasan Suka Berenang.
"Kami dari tadi siang membuang air laut yang masuk ke dalam rumah," tutur Budi, warga Suka Berenang.
Air setinggi lutur orang dewasa menggenangi jalan di kawasan Suka Berenang.
"Kami dari tadi siang membuang air laut yang masuk ke dalam rumah," tutur Budi, warga Suka Berenang.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kepri Muhammad Hasbi mengimbau masyarakat untuk mewaspadai banjir rob, yang potensial terjadi saat air permukaan laut pasang.
"Sore ini mulai surut, tetapi kemungkinan besok subuh kembali naik," ucapnya.
Ia minta masyarakat memindahkan barang-barang berharga ke tempat yang aman. "Matikan arus listrik jika diperlukan," katanya. (Antara/dc/BTC)
"Sore ini mulai surut, tetapi kemungkinan besok subuh kembali naik," ucapnya.
Ia minta masyarakat memindahkan barang-barang berharga ke tempat yang aman. "Matikan arus listrik jika diperlukan," katanya. (Antara/dc/BTC)
Komentar
Posting Komentar